Akademi Marga Chen
~~~ Satu permata bangunan senirupa Lingnan
Penyusun: Hasan
Penterjemah: H.Luan
Sungguh, saya tinggal di kota Guangzhou sudah lebih dari 20 tahun, tetapi baru ini kali berkunjung ke Akademi Marga Chen yang biasa dipanggil juga sebagai Balai Leluhur Marga Chen yang tergolong “satu dari 8 pemandangan baru kota kambing pada abad baru”.
Bangunan Akademi Marga Chen mulai dibangun pada dinasti Qing telah bersejarah 120 tahun, terletak di luar pintu barat kota kuno, adalah balai pusat kumpul kekeluargaan dari marga yang dibangun mempergunakan dana sumbangan dari para anggota kekeluargaan marga Chen yang terpencar di 72 kabupaten seluruh provinsi Guangdong. Pada dahulunya, dimana yang dipuja yalah leluhur marga Chen, bersamanya juga digunakan sebagai tempat sementara tinggal untuk anak-anak keturunan marga Chen dari 72 kabupaten yang datang menempuh ujian tingkat ibu kota provinsi atau juga untuk kaum marga Chen bisa ada tempat untuk membereskan perkara atau saling berunding urusan perkeluargaan.
Seluruh bangunan Akademi Marga Chen ini menyimpulkan ekspresi menyeluruh senirupa dekoratif bangunan kalangan rakyat Guangdong, pelan-pelan dilihat, kita tidak bisa tidak merasa kagum terhadap ketrampilan para tukang yang membuatnya, itu adalah satu balai cemerlang yang diketemukan di kalangan rakyat. Bapak Guo Moruo pernah memberi pujian dengan satu syair: “Peninggalan alam bisa ditiru oleh manusia, barang pembuatan orang akan lebih hebat dari pada yang alam; Sebagaimana diduga tercipta di dunia, dimana kita lebih nikmat daripada 10 tahun membaca buku”. Itulah ketrampilan kerja sangat tinggi yang mengungguli alam
Kini, Akademi Marga Chen telah digolongkan sebagai satu badan pelindungan peninggalan budaya nasional yang penting oleh Dewan Negara, dengan judul <Balai leluhur kuno menyerbakkan keharumannya> terpilih juga “salah satu dari 8 pemandangan baru kota kambing pada abad baru”, merupakan satu museum yang memiliki ciri khusus senirupa kebudayaan daerah Lingnan dan satu lokawisata yang termasyhur.

######################################################################
Komponen bangunan Akademi Marga Chen sangat serasi digunakan dengan seni dekoratif yang dibuat dari barang-barang ukiran kayu, ukiran batu bata, ukiran batu, ukiran dari bahan adonan kapur & kertas, ukiran tembikar, cor-coran besi dan lukisan dinding. Dekorasi ukiran bahan tembikar dan adonan kapur & kertas yang di punggung atap itu gambarnya berlainan, gayanya sangat unik, sungguh hebat.

##### * #####
Betapa gagahnya sepasang dewa penjaga, melindungi anda selamat seumur hidup!!


Akademi Marga Chen adalah bangunan balai leluhur milik marga di daerah Lingnan yang tipikal. Kita dapat melihat keseluruhannya bangunan menghadap selatan, dari garis pertengahan bangunan itu, di dua belahnya berada ruang balai dan sederet kamar samping yang terpisah oleh lorongan sempit, penataan sangat seimbang; dari balai ke balai dihubungi juga dengan beranda, diantaranya membentuk pekarangan yang tersendiri tapi saling berhubungan. Sebaliknya, kita terbayang di tempat yang begini balai gagah dan lingkungan sunyi, para pelajar dahulu pasti akan memusatkan seluruh perhatian untuk menempuh pelajarannya!

##### ** #####
Pekarangan yang sunyi, lampu lentra yang tinggi dan karya ukiran perunggu yang jenaka, tidak ada satu tidak meliputi intisarinya kebudayaan Lingnan.

Keseluruhan bangunan Akademi Marga Chen sebagai museum kerajinan tangan kalangan rakyat Guangdong, dimana barang berharga tak terbilang banyaknya, jika satu per satu dilihat, diriset, sehari pun anda juga tidak akan bisa selesai. Jelasnya, barang antik kerajinan tangan rakyat Guangdong dengan senirupa dekoratif bangunan Akademi Marga Chen dapat ketemu di satu tempat dan saling berkilauan, pastinya, dimana orang akan bisa mendapat pencerahan keindahan dan penikmatan kesenian.
##### *** #####
Membangun kastel tanah

Tahun 196 Sebelum Masehi, kaisar Liu Bang jaman Han Gaozu menyetujukan wilayah tanah air bisa bersatu, mengutuskan pejabat tinggi Lu Jia datang menganjurkan supaya raja separatis Zhao Tuo kerajaan Nanyue bisa bersatu di bawah kekaisaran Han. Sang Zhao Tuo pernyataan apatis, melawan tidak mau ke depan kota untuk menyambut. Lu Jia pejabat kekaisaran sebaris terpaksa di bagian barat luar kota kuno di (kini Xichang) desa Zengbu tempat asal mendarat dari sungai itu, dibangunkan “kastel tanah” merupakan tempat tinggalnya, dimana sabar menunggu sang Zhao Tuo.
---------- * ----------
Damai mengumpulkan suku-suku Baiyue

Zhao Tuo terharu oleh ketulusan Lu Jia, berjanji mengadakan pertemuan, tetapi tingkah lakunya tetap bersikap angkuh, Lu Jia membangkitkan kegairahan dan sedapat mungkin menyampaikan dalil supaya dimengertii.
----------**----------
Mempersatukan berkumpul di bawah kekuasaan kekaisaran Han

Berikut anjurannya Lu Jia, sang Zhao Tuo kemudian terharu oleh kesabaran Lu Jia, kemudian terima stempel tanda kekuasaan yang diberikan oleh kaisar Liu Bang jaman Han Gaozudan menunduk menjadi pejabat kekaisaran Han, rakyat jelata asal nagara Nanyue sangat gembira di bawah kesatuan kekaisaran Han.
#####****#####

Dekorasi penyekat terawang yang dibuat dari cor-coran besi (gambar atas). "Patumg Berharap" di atas kapitil.(gambar bawah)

##### ***** #####

Dekoratif ceruk untuk meletakan pemujaan papan nama leluhur (atas) dan lemari untuk menyimpan pemujaan dewa itu (bawah) penuh dengan ukiran kayu khas Chaozhou.

##### ****** #####

Ukiran gading khas Guangzhou sangat halus terkenal di dunia.


##### ******* #####
Di sebelahan Akademi Marga Chen ada buka satu depot Bakmi, dekorasinya menunjukan “Top sikap anggun Xiguan”.

yang dijual juga masakan khas Guangzhou. Sangat tulen!

##### ******** #####
Jianzi adalah bola bulu, menyepak bola bulu merupakan latihan senam yang disukai oleh pera penduduk kota Guangzhou. Di depan akademi, Jianzi yang aneka ragam warna sangat cantik, dijual satu-satu 5.- Yuan RMB.

##### ********** #####
